Pemasaran pendidikan di TikTok adalah pemanfaatan video pendek di TikTok agar pelajar dan mahasiswa mengenal, menyukai, dan mendaftar ke sekolah atau kursus Anda. Jika dilakukan dengan benar, TikTok tidak hanya menghasilkan tayangan tetapi juga menjadi sumber berkas pendaftaran yang nyata, terutama bagi Gen Z yang sedang memilih sekolah dan jurusan.
Artikel ini membagikan cara membangun kanal, rumus konten, cara memadukan iklan, dan pengukuran. Jika Anda baru memulai, lihat gambaran keseluruhannya di panduan pemasaran pendidikan.
Mengapa pemasaran pendidikan di TikTok semakin penting
Pelajar kelas 11, 12 dan mahasiswa menghabiskan banyak waktu di TikTok. Di sinilah mereka menonton ulasan sekolah, pengalaman asrama, “sehari belajar jurusan X” sebelum mencari informasi resmi.
TikTok memiliki sekitar 76,1 juta pengguna berusia 18 tahun ke atas di Vietnam pada akhir 2025, dengan jangkauan iklan setara 88,8% pengguna internet. — Sumber: DataReportal – Digital 2026: Vietnam, 2025
Pada saat yang sama, persaingan penerimaan peserta didik kian ketat. Setiap calon mahasiswa mempertimbangkan banyak pilihan sekaligus, sehingga sekolah yang meninggalkan kesan lebih awal akan unggul.
Periode pendaftaran seleksi universitas 2026 mencatat 874.811 calon dengan lebih dari 7,18 juta pilihan, menurut Kementerian Pendidikan dan Pelatihan. — Sumber: Báo Lào Cai, 2026
Perbedaan TikTok dengan Facebook dan Google dalam funnel penerimaan
- TikTok — Peran utama: Membangun kesadaran, simpati, emosi; Audiens terkuat: Pelajar SMA, mahasiswa; Konten yang efektif: Video pendek yang apa adanya, tren, pengalaman
- Facebook — Peran utama: Konsultasi, perawatan, komunitas; Audiens terkuat: Orang tua; Konten yang efektif: Postingan, video, pesan Messenger
- Google — Peran utama: Menangkap kebutuhan pencarian; Audiens terkuat: Orang yang sudah berniat; Konten yang efektif: Iklan pencarian, situs web, Google Maps
TikTok jarang menyelesaikan pendaftaran sendirian. TikTok membuka perjalanan, lalu penonton mencari lebih lanjut di Google atau mengirim pesan melalui Facebook dan Zalo. Karena itu, sebaiknya dipadukan dengan Google Ads untuk penerimaan peserta didik dan iklan Facebook agar tidak melewatkan orang yang sudah tertarik.
4 langkah membangun kanal TikTok untuk sekolah dan pusat pelatihan
Langkah 1: Tentukan posisi kanal dengan jelas
Sebelum merekam video pertama, jawab: kanal berbicara kepada siapa, membantu mereka dalam hal apa, dan bagaimana gaya bicaranya. Beberapa arah penentuan posisi yang umum:
- Kanal “kehidupan mahasiswa”: pengalaman nyata di kampus, klub, dan asrama.
- Kanal “pakar kecil”: tips belajar bahasa Inggris, tips ujian, pengetahuan jurusan.
- Kanal “orientasi karier”: jurusan ini belajar apa, lulus bekerja sebagai apa, penghasilannya bagaimana.
- Kanal “di balik layar kelas”: untuk pusat bahasa asing, keterampilan, dan prasekolah.
Langkah 2: Terapkan rumus video pendek
Video pendidikan yang efektif di TikTok biasanya memiliki struktur:
- 3 detik pertama: pertanyaan atau situasi yang memancing rasa ingin tahu (“Lulusan jurusan ini susah cari kerja nggak?”).
- Bagian isi: jawaban ringkas, dengan gambar nyata dan orang nyata.
- Penutup: ajakan halus seperti “komen jurusan yang mau kamu lihat berikutnya” atau “link daftar konsultasi ada di bio”.
Tokoh dalam video sebaiknya mahasiswa, peserta didik, dan dosen yang nyata. Gen Z lebih percaya pada orang yang seperti mereka daripada pesan iklan yang dipoles.
Langkah 3: Jadwalkan unggahan secara teratur
Frekuensi yang stabil lebih penting daripada beberapa video “meledak” yang kebetulan. Saran jadwal sebagai acuan:
- Di luar musim penerimaan — Frekuensi: 3 – 4 video/minggu; Fokus konten: Kehidupan, pengetahuan, membangun komunitas
- 2 – 3 bulan sebelum musim — Frekuensi: 5 – 7 video/minggu; Fokus konten: Pengenalan jurusan, biaya kuliah, beasiswa
- Puncak penerimaan — Frekuensi: Setiap hari, disertai livestream; Fokus konten: Menjawab pertanyaan, tenggat, panduan pendaftaran
Livestream konsultasi penerimaan peserta didik adalah format yang layak dicoba: calon peserta bertanya langsung, staf penerimaan menjawab seketika, menciptakan kesan dekat dan transparan.
Langkah 4: Padukan KOC, seeding, dan iklan
- KOC mahasiswa: mahasiswa yang sedang belajar di sekolah Anda membagikan pengalaman nyata sering kali lebih meyakinkan daripada selebritas.
- Seeding komunitas: memasukkan video ke grup pelajar dan mahasiswa untuk memicu diskusi.
- Iklan TikTok: mendorong video yang sudah terbukti efektif secara organik, disasar berdasarkan usia dan wilayah, mengarah ke formulir pendaftaran.
Saat bekerja sama dengan KOL dan KOC, perhatikan peraturan baru:
Menurut Undang-Undang Periklanan yang diubah dan berlaku mulai 1/1/2026, iklan oleh KOL di media sosial dan livestream wajib diberi label “iklan” atau “sponsor”. — Sumber: Báo Sài Gòn Giải Phóng, 2025
Ide pemasaran pendidikan di TikTok menurut jenis lembaga
Setiap jenis lembaga pendidikan memiliki “bahan baku” sendiri. Beberapa ide yang mudah diterapkan:
- Universitas dan perguruan tinggi vokasi: “Sehari bersama mahasiswa jurusan X”, wawancara kilat mahasiswa baru tentang alasan memilih kampus, tur asrama, penjelasan metode seleksi dalam 60 detik, alumni bercerita tentang pekerjaan pertamanya.
- Pusat bahasa asing: koreksi kesalahan pelafalan yang umum, tantangan berbicara bahasa Inggris di jalan, video “sebelum dan sesudah 3 bulan belajar” (dengan persetujuan peserta didik), tips mengerjakan ujian.
- Pusat keterampilan dan bakat: momen anak menyelesaikan karya, pentas akhir kursus, di balik layar jam belajar.
- Prasekolah dan sekolah swasta: makan siang di sekolah, kegiatan ekstrakurikuler, guru berbagi metode. Untuk konten yang menampilkan anak-anak, selalu diperlukan persetujuan orang tua.
Lihat lebih banyak ide lain di artikel 30 ide content marketing pendidikan.
Contoh nyata: TikTok pada musim penerimaan universitas
Contoh konkretnya adalah proyek yang dijalankan Nex Agency untuk Universitas FPT Da Nang pada musim penerimaan: rangkaian video TikTok viral dipadukan seeding di lebih dari 50 grup pelajar dan mahasiswa, mencatat kenaikan +45% berkas pendaftaran. Rinciannya disajikan di halaman proyek.
Pelajaran dari kampanye seperti itu:
- Video viral hanya bernilai bila ada jalur yang jelas menuju formulir pendaftaran atau kanal konsultasi.
- Seeding membantu video “hidup” lebih lama di komunitas sasaran.
- Perlu tim konsultan yang siap menerima saat minat melonjak tiba-tiba.
Nex Agency juga menjalin kerja sama jangka panjang dengan Universitas FPT Da Nang melalui nota kesepahaman yang ditandatangani pada 2024 tentang workshop, magang, dan sponsor.
Mengukur pemasaran pendidikan di TikTok: dari tayangan hingga berkas pendaftaran
Tayangan tinggi belum tentu menghasilkan berkas pendaftaran. Ukurlah per lapisan:
- Kesadaran — Indikator: Tayangan, rasio video ditonton sampai habis; Makna: Apakah konten mampu menahan penonton
- Ketertarikan — Indikator: Komentar, jumlah simpan, bagikan, follow; Makna: Tingkat simpati terhadap sekolah
- Tindakan — Indikator: Klik tautan, formulir pendaftaran; Makna: Konversi dari penonton menjadi lead
- Hasil — Indikator: Berkas pendaftaran, peserta didik yang resmi masuk; Makna: Efektivitas sebenarnya dari kanal
Pasang kode UTM pada tautan di bio dan tautan iklan, arahkan lead ke CRM untuk mengetahui berapa berkas pendaftaran yang berasal dari TikTok. Lihat juga cara membaca angka di artikel indikator pengukuran pemasaran pendidikan.
Kesalahan yang sering terjadi
- Mengunggah ulang TVC atau video horizontal dari YouTube yang tidak sesuai format vertikal.
- Hanya mengunggah pengumuman penerimaan yang kaku dan tanpa kehadiran manusia.
- Mengikuti tren yang tidak relevan sehingga mengaburkan citra sekolah.
- Mengabaikan komentar; setiap pertanyaan di kolom komentar adalah peluang konsultasi.
- Melebih-lebihkan informasi tentang lapangan kerja dan beasiswa, yang mudah memicu krisis komunikasi.
Nex Agency mendukung pembangunan kanal TikTok pendidikan
Nex Agency menyediakan layanan pembangunan kanal TikTok, produksi video, booking KOL/KOC, dan iklan TikTok untuk sekolah dan pusat pelatihan. Pembedanya adalah setiap kegiatan dikaitkan dengan funnel penerimaan: video mengarah ke landing page, chatbot konsultasi, dan CRM agar tidak ada lead yang terlewat. Lihat solusi pendidikan dan paket di daftar harga.
Lihat solusi Nex yang dirancang khusus untuk setiap bidang: universitas & perguruan tinggi vokasi, pusat bahasa Inggris, komputer, dan STEM, serta MC, akting, dan tari.
Pertanyaan yang sering diajukan
Apakah pusat pelatihan kecil sebaiknya menjalankan pemasaran pendidikan di TikTok?
Ya, jika Anda mampu menjaga konsistensi unggahan video. Pusat pelatihan kecil unggul dalam kedekatan dan keaslian; cukup dengan ponsel dan pembawa acara yang percaya diri untuk memulai.
Apakah TikTok cocok untuk menjangkau orang tua?
Orang tua muda semakin banyak menggunakan TikTok, tetapi Facebook dan Zalo tetap menjadi kanal konsultasi utama. TikTok paling cocok untuk pelajar SMA, mahasiswa, dan pekerja muda.
Berapa lama sampai kanal TikTok pendidikan memberikan hasil?
Biasanya dibutuhkan beberapa bulan unggahan rutin agar tayangan kanal stabil. Karena itu sebaiknya mulai setidaknya 2 – 3 bulan sebelum musim penerimaan.
Apakah perlu menjalankan iklan TikTok?
Sebaiknya ada pada musim puncak. Iklan membantu mendorong video yang bagus ke usia dan wilayah yang tepat serta mengarahkan ke formulir pendaftaran.
Bagaimana menghindari risiko saat bekerja sama dengan KOC?
Pilih orang dengan citra yang sesuai, tinjau skripnya, pastikan informasi akurat, dan beri label iklan sesuai ketentuan.
Ingin menjadikan TikTok sumber berkas pendaftaran yang nyata? Hubungi Nex Agency untuk mendapatkan konsultasi gratis mengenai strategi kanal. Hotline 0798.798.321, atau lihat paket layanan di daftar harga.
Bersama Nex Agency membangun pertumbuhan
Anda membutuhkan mitra Marketing & Teknologi untuk merek Anda? Tim Nex Agency selalu siap mendengarkan.
Dapatkan konsultasi sekarang